Terinspirasi dari buku “What ever you think, think the
opposite” karangan Paul Arden. Sebuah tulisan yang
berkebalikan dimana apa yang kita pikirkan belum tentu benar, terkadang hal
yang gak
rasional banget justru menjadi sebuah terobosan yang fenomenal. Mengutip sebuah kisah dari buku
tersebut,
ada kisah
seseorang yang memiliki posisi sebagai
manajer
di sebuah perusahaan ternama,
namun pada usia tertentu dia mengalami kejenuhan dengan apa yang dilakukannya.
Hingga pada suatu saat ia mengatakan pada atasannya sebuah hal yang irrasional dan gak masuk akal banget. Ia memutuskan keluar dari perusahaan
tersebut dan berniat menjadi seorang penggebuk drum alias drummer. Atasannya
tidak yakin ia akan sukses.
But diluar
dugaan,
ia sukses menjadi drummer band Cream
dan menjadi band pengiring musisi
inggris
Eric Clapton.
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
FIGUR PEMIMPIN DALAM SHOLAT BERJAMAAH
Entah, sedang khusyuk
beribadah atau memang sedang menggali inspirasi ketika sholat jumat. Kala itu
pikiranku melayang jauh. Hanya tertuju dan berpikir, kenapa makmum selalu patuh
pada imam?
Imam adalah seorang
pemimpin dalam sholat. Tidak sekedar asal-asalan seseorang yang ditunjuk
sebagai imam dalam sholat. Banyak sekali kriteria yang harus dipenuhi oleh
seorang imam. Mulai dari bacaan ayat yang harus fasih sampai penguasaan
ayat-ayat yang tidak monoton. Belum lagi biasanya seorang imam dipilih dari
kalangan orang yang sudah cukup umur.
Menatap Masa Depan
(Mengadaptasi dari video : https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=JSwqFoDIFSQ )
Oleh: Heri Istiawan
Tatkala itu pagi masih begitu erat memeluk dinginya embun yang membasahi di setiap tetesanya pada dedaunan, dan sang surya yang masih nampak malu - malu bersembunyi di balik selimut awan yang amat sangat empuk itu untuk menampakan batang hidungnya, di pagi itu nampak dua pemuda yang sedang asik membicarakan sesuatu, sesuatu yang masih belum temu titik temunya, di situ mereka menaruh rasa yang begitu bergejolak dalam jiwa mereka, karena mereka ingin mencapai dan meraih semuanya yang ada dalam benak mereka, maka mereka menemukan gagasan dan landasan baru untuk mewujudkan keinginanya itu. sebut saja embro dan pipo,dan setiap kali mereka bertemu mereka selalu membicarakn keinginanya untuk membeli rumah, sapi dan lain2, dan sementara itu mereka harus berjang dan bekerja keras untuk meraih kesuksesan mereka, mereka selalu berdo’a kepada ALLAH SWT, namuan apa yang mereka dapat do’a-do’a mereka selama ini masih belum di jawab sama sekali oleh allah, akan tetapi mereka tidak berhenti ampai di situ, masih seperti tujuan awal mereka yaitu ingin menjadi orang yang sukses, di benak mereka hanya ada bekerja dan bekerja, hingga pada suatu hari mereka melihat dipapan pengumuman yang di buat oleh kepala desa setempat bahwasanya di sana tertera ada lowongan pekerjaan, yang di situ kerjanya sangat mudah hanya mengambil air dari bukit gunung dan di taruh di penampungan air yang telah di sediakan, karena di desa mereka pada saat itu memang lagi terlanda krisis air, tampa pikir panjang mereka langsung mendaftarkan diri mereka untuk ikut serta bekeja dan berkecimpuh di bidang itu, dengan bekal 2 pasang ember yang melekat pada tangan mereka, mereka bekerja dengan amat giat pagi hingga menjelang sore hari, dan pada sore harilah mereka mengambil hak-haknya, dan mereka mendapatkan upah itupun tergantung dari berapa banyak jumlah ember yang telah mereka isi, hari demi hari mereka mulai berfikir bagaimana caranya agar mendapatkan air yang lebih banyak, dan mendapatkan uang yang lebih banyak agar cita-cita mereka akan cepat tercapai, saat usai dari pekerjaanya mereka pulang ke gubuknya masing-masing akan tetapi pada malam itu mereka tak lansung tidur, mereka sedang memikirkan sesuatu, embro memiliki pemikiran yaitu dia akan memperbesar timbanya, dia berfikir dengan memperbesar timba itu maka dia akan mendapatkan penghasilan yang lebih dari pada yang sebelumnya, berbeda agi dengan penemuan pemikiran pipo, dia menemukan gagasan baru bahwasanya dia ingin merancang membuat saluran air,
Keesokan harinya mereka sepert biasanya sebelum berangkat mereka berkumpul dulu di tempat biasanya mereka bertemu, di situ pipo memberi tau pada embro tetang penemuan barnya yaitu membuat saluran air, namum apa resopon yang pipo dapat, pipo di tertawakan oleh sahabatnya embro, akan tetapi pipo tak berheti begitu saja, dengan tak ada persetujuan dari sahabatnya, dia akan tetap melanjutkan misinya walaupun dngan seorang diri,
Detik demi detik, menit demi menit, hari demu hari, bahkan bualan demi bulan waktu terus berjaan begitu cepat namun hasil yang di ciptakan pipo belum terlihat, tetapi dia masih terus mengali dan mengali di setiap waktu kosongnya itu, akan tetapi dia juga masih mengunakan waktunya yang lain untuk memanfaatkan timbanya, dan waktu itu hasil yang telah di dapatkan embro sudah nampak, dia sudah bisa membeli rumah dan se ekor sapi, akan tetapi kehidupan embro sekarang telah berubah, dia menikmati hasil jerih payahnaya sepulang dari kerja dia langsung pergi ke bar dan sering mabuk mabukan, sedangkan pipo dia masih mengali tanah dan banyak cemoohan dan hujatan dari warga setempat hingga dia di juluki oleh orang 2, dengan julukan“pipo si manusia saluran pipa” akan tetapi semua itu tak menyurutkan semangatnya, dia tetap pada pendirianya itu, setelah selang satu tahun karya si pipo mulai nampak sedikit demi sedikit dan mulai hampir selsai, akhirnya karya penemuan pipo untuk membuat saluran air selsai juga, sekarang pipo sudah menikmati hasilnya, walau dia tidur, atupun berpergian untuk berlibur gaji pipo terus mengalir seperti halnya ailiran sungai yang mengaliri desa itu sungguh beuntung si pipo, namuna bebeda sekali dengan kehidpan si embro sekrang ini, di usianyaa yang semakin tua dia mulai bungkuk sebab beban timba yang begitu berat, dan raut wajahnyapun sudah berubah tak se ceria yang dulu kala.
Kini hidup pipo jauh lebih enak daripada kehidupan embro sedangkan semua warga di desa itu yang dulunya menghina hina pipo kini mereka mulai sadar dan meminta maaf pada pipo, dan karya yang di hasilkanyapun sekarang sudah bisa di rasakan oleh semua orang yang ada di desa itu termasuk embro, dan sekarang mereka tak khawatir lagi akan datanya kekurangan air.
Dari kisah di atas kita dapat megambil manfaatnya di antaranya jangan sampai kita menertawakan apa yang kita lakukan hari ini yang mungkin tidak bisa kita wujudkan, tapi takutlah pada seseorang yang engkau tertawakan itu, karena suau saat nanti dia akan menertawakanmu, dan kita juga dapat mengambil pelajaran bahwa si pipo dia tidak memikirkan egonya sendiri akan tetapi dia jga memikirkan kelanjutan kehidupan yg ada di desanya..
Memang hasil yang nyata akan membawa kita untuk melakukan apapun untuk meraihnya, akan tetapi pipo telah menunjukan kita bahwasanya janganlah membarter waktu kita dengan uang, dengan berkerja keras satu kali kita akan mendapatkan hasil yang maksimal.
Aku adalah Dia
Nasehat Itu Butuh Telaah
(Mengadaptasi dari video : http://www.youtube.com/watch?v=rUOiHTRiudM)
Oleh : Eny Musyarofah
Hidup itu adalah pilihan dan setiap
pilihan itu akan diminta pertanggungjawaban. Tidak semua nasehat yang tertuju
pada diri kita adalah nasehat yang baik, karena sering kali seseorang menjadi
lebih terjerumus pada kesesatan karena nasehat yang diterimanya langsung
diaplikasikan tanpa berfikir panjang. Dalam menjalani kehidupan kejernihan hati
nurani sangat penting untuk mampu menyaring hal-hal yang buruk dan menerima
hal-hal baik.
Keadaaan diri seseorang dapat
dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari sifat bawaan, orang-orang yang ada
disekelilingnya dan kondisi lingkungan. Teman adalah orang yang memberi
pengaruh besar terhadap kehidupan seseorang, karena biasanya teman sering kali
memberi nasehat apabila keadaan kita dirasa tidak sesuai dengan yang diharapkan
atau tidak dalam kondisi pada umumnya. Padahal belum tentu seseorang yang
berperilaku tidak sesuai dengan kebanyakan orang adalah perilaku yang salah. Menjadi seorang yang pendiam dan tidak pacaran
bukanlah hal yang salah, asalkan menjadi pendiam tetapi tetap mampu
bersosialisasi dengan manusia lain. Apalagi pacaran yang sama sekali tidak
memberi keuntungan dan hanya mampu menciptakan banyak sekali kerugian.
Mungkin sangat membekas apabila mendapat
nasehat dari seorang teman, apalagi teman tersebut telah meninggal. Nasehat
yang diberikan bisa saja menjadi sebuah kata-kata wasiat yang sulit untuk
dilupakan, tetapi bukan berarti nasehat seorang teman tersebut benar dan layak
untuk dijalankan. Gunakanlah hati nurani untuk berfikir lebih jauh atas nasehat
yang telah diberikan. Bisa saja nasehat yang diberikan tersebut mampu memberi
pencerahan dalam hidup atau malah menjadi bumeranng yang akan mampu membuat
hidup kita yang semula dalam suatu kebenaran menjadi melenceng dan tidak sesuai dengan
aturan. Berhati-hati dalam menelaah apa yang orang lain nasehatkan sangat
penting. Dalam film tersebut Via berkata
”Banyak orang sukses tetapi tidak kuliah.” Mungkin hal itu memang benar, tetapi
dengan menjadikan itu alasan untuk membolos saat kuliah, itu adalah kesalahan
besar. Kesuksesan itu tidak hanya kemapuan memperoleh kekayaan. Kesuksesan itu
adalah mampu menjadikan diri menjadi pribadi yang unggul dan tentu saja pribadi
yang unggul tidak didapat dengan menjadi orang yang banyak melanggar nilai
norma yang ada.
Apalah Arti Inner Beauty
(Mengadaptasi dari video : /http://www.youtube.com/watch?v=xtanExArfJs)
Oleh : Dwi Wirastianti Novita Sari
Di sebuah lift, ada dua orang wanita yang terlihat
berbeda. Wanita yang satu berbadan gemuk sedangkan wanita yang satu berbadan
ramping. Mereka berdua berdiri dalam diam menunggu lift berjalan membawa mereka
ke lantai tujuan masing – masing. Sesaat kemudian, wanita gemuk terlihat
menutup hidungnya, seperti hendak mencegah bau tak sedap masuk terhirup
olehnya. Rupanya ia mencium bau kentut yang berasal dari wanita ramping di
depannya. Ini terlihat dari ekspresi dan tingkah laku dari wanita ramping
tersebut. Beberapa detik kemudian, pintu lift terbuka dan masuklah beberapa
pria. Pintu lift yang terbuka hanya sebentar tentu tidak dapat menghilangkan
“aroma” gas dari si wanita ramping itu. Alhasil, ketiga pria itu masih bisa
mencium bau gas tersebut. Hanya saja, mereka salah sasaran. Mereka serempak
menoleh ke wanita gemuk dan menatapnya dengan tatapan menyalahkan atas bau tak
sedap itu.
Saat menonton iklan komersial itu, aku tersenyum.
Merasa geli sekaligus prihatin karena ternyata separah itu pandangan orang
terhadap wanita gemuk. Bagaimana gemuk telah menjelekkan image seseorang. Lantas, dimana letak inner beauty itu? Inner
beauty yang disebut – sebut sebagai kecantikan dari dalam atau cantik
secara batiniah . Nyatanya, sangat minim bagi kaum Adam untuk menilai seorang
wanita dari sisi batiniahnya. Mereka hanya melihat kecantikan yang visual, yang
dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indera. Kecantikan ini yang seringkali
dijadikan patokan bagi daya tarik wanita, dengan mengesampingkan inner beauty.
Banyak wanita berlomba – lomba untuk menjadi cantik.
Alasannya bermacam – macam. Untuk estetika, tuntutan pekerjaan, ataupun untuk
menggaet pria tampan dan mapan. Toh pria – pria itu pasti melihat wanita
pertama kali dari mata, bukan? Kalau kita jelek, mana mau mereka menatap kita
dan mengenal kita lebih dalam, mengenal kita secara batiniah. Itulah argumen –
argumen yang sering kudengar. Ada benarnya, estetika atau keindahan yang tampak
oleh mata akan mengundang seseorang untuk melihat dan mengenal seseorang lebih
jauh. Seperti halnya makanan. Masakan yang disajikan dengan tepat dan indah
akan mengundang orang untuk menikmatinya. Tapi tentu saja rasa juga penting,
jika penampilan makanan itu terlihat enak namun ternyata rasanya hambar, orang
akan berhenti memakannya. Begitu pula dengan wanita. Memang, kecantikan
lahiriah itu penting, tapi tidak dengan menomorduakan kecantikan batiniah. Dua
hal itu berjalan sejajar dan harus saling menunjang. Cantik lahiriah tidak akan
berarti tanpa inner beauty dan inner beauty juga tidak akan tereksplor tanpa
adanya kecantikan lahiriah.
NILAI SEJARAH TAK TERJAMAH
Daya ingat manusia sangatlah terbatas.
Ada kalanya lupa atau mungkin memang dilupakan. Banyak memori-memori penting
yang telah bernaung di otak kita, hingga lipatan neuron-neiron dalam otak
semakin banyak dan tak beraturan lagi bentuknya.
Peristiwa yang sering diingat oleh
kebanyakan manusia adalah peristiwa hidup. Entah itu bahagia ataupun sedih. Sedikit
dari kita yang menyimpan rapi peristiwa sejarah yang dialami orang lain. Kalaupun
tersimpan hanya sebatas tahu, namun berbeda jika peristiwa tersebut kita yang
mengalami, maka akan terukir kuat dalam otak kita.
Tahukah anda, bahwa sesungguhnya
mengingat peristiwa sendiri tanpa memberikan peristiwa lain lewat di otak kita,
sama saja memberi makan seorang bayi hanya dengan nasi tanpa ada suplemen lain.
Bayi itu memang tumbuh, tapi tidak akan sesehat bayi yang diberi suplemen lain
selain nasi.
Apa Makna Perubahan?
Tahun
2013. Ya, disini manusia memahami betul apa itu tahun baru. Tahun baru
merupakan simbol bagi setiap orang untuk berubah. Baik itu pola berpikirnya
maupun pola kehidupan jasmaninya. Sebagian orang telah memikirkan apa yang akan
dilakukan sepanjang tahun 2013, yang dapat membuat kehidupannya berubah
dibandingkan tahun sebelumnya.
Dimulai
dari memikirkan mau mendapatkan gaji berapa, mendapatkan barang ini-itu, mau
melakukan begini-begitu, mau merajut kasih dalam pernikahan, mau mengikuti
lomba ini-itu, mau mengubah penampilan, motivasi baru dalam hidup, dan hal lain
yang direncanakan setiap orang di dunia. Namun tahun baru hanyalah sekedar
tahun baru, tanpa perubahan baru dalam merajut impian yang dimiliki.
Refleksi Tahun Baru
Januari 2011
Malam tahun baru yang dingin. Semenjak sore hujan telah mencumbu dengan
derasnya. Hampir beberapa tahun sebelumnya pun demikian. Jalanan menggelepar
mati di setiap ruasnya, tidak ada kembang api menyala-nyala, cinta sepasang
muda-mudi karam di penghujung waktu, tak ada riuh. Hanya sesekali saja
terdengar terompet atau teriakan kecil dari dalam rumah.
Dibalik kesunyian itu, aku masih menerawang kosong pada sebuah motor
gerobak milikku yang semenjak petang tadi sudah siap untuk mengadu nasib. Melihat
kondisi diluar yang sepi dan petir bersahutan, ada nyali menciut dalam hati.
"sepertinya tahun baru ini bakal sepi daganganku." padahal pagi tadi
semangat begitu besar, harapan begitu tinggi, awal tahun ini bakal ramai
pengunjung. Asal kau tahu, tahun baru 2011 adalah sebulan persis usia
daganganku.
Perlukah Mengeluh?
Tidak
bisa dipungkiri, makhluk yang namanya manusia pasti pernah mengeluh. Disadari atau tidak, mengeluh sepertinya
sudah menjadi bagian dari hidup. Hanya
saja, frekuensi dan kualitas keluhannya yang membedakan antara satu personal dengan
personal lainnya. Biasanya perbedaan ini
terkait dengan tingkat pemahaman dan cara pandang seseorang tentang suatu
masalah yang sedang ia hadapi. Sabar,
ikhlas dan seberapa besar keinginan untuk merubah sebuah keadaan menjadi lebih baik, biasanya akan
meminimalisir keluhan. Sebaliknya pesimis dan berburuksangka terhadap kejadian
yang sedang menimpa secara otomatis akan memunculkan keluhan-keluhan yang
alih-alih mendapatkan penyelesaian, malah akan menambah ruwet dan bisa jadi
menambah masalah baru.
TUHAN MAHA MENGABULKAN DOA
Kita
percaya bahwa Tuhan Maha Mengabulkan Doa, Tuhan Maha Pemurah, Tuhan Maha
Pemberi. Tapi dalam kenyataannya, ketika kita berdoa kurang bersungguh-sungguh.
Bukankah kita percaya? Hal inilah yang sering terjadi.
Sebenarnya
yang perlu kita lakukan adalah ‘yakin’ akan terkabulnya doa kita. Oleh karena
itu, kita pastilah harus bersungguh-sungguh dalam berdoa. Karena kita sendiri
saja, sebagai manusia, apabila ada seseorang yang meminta suatu hal, dan orang
tersebut terlihat tidak sungguh-sungguh mintanya, pastilah tidak kita berikan. Nggak juga?
No Excuse
Siang bolong saya menerima pesan singkat dari istri, isinya
"Mas doakan adek lancar-lancar aja. Ini mau berangkat halaqah, air sungai
pasang. Semalam ujan deres soalnya." Saya sih belum kebayang, kalau sungai
manggu dan katingan pasang seperti apa. Lebar sungainya saja sekitar empat atau
lima kali lebar jalan Ahmad Yani jember. Wuizzz.
Seperti biasa, istri saya akan melalui perjalanan yang
panjang ketika berangkat halaqoh. Harus menaiki kapal penyebrangan, melalui
perjalanan jalur sungai sekitar 45 menit dan berjalan kaki beberapa kilometer.
Lumayan melelahkan, terlebih hanya ada waktu istrahat sekitar satu jam dari
jadwal pulang kerja. Bisa diartikan setiap hari itu, istri saya harus
mengeluarkan waktu ekstra untuk menguras fisiknya, padahal kondisi sedang hamil.
Indahnya Ukhuwah
Setiap hari kita berinteraksi dengan banyak orang, semenjak
terbangun dari tidur sampai mata kita terpejam. Begitulah kita setiap harinya.
Allah menciptakan keindahan ukhuwah sesama manusia agar kita saling terbantu satu
dengan lainnya. Kita akan membutuhkan saudara kita di setiap sudut kehidupan, mulai
dari lingkungan warga rumah sampai khalayak ramai, mulai dari ruang sekolah
sampai ruang kuliah, mulai dari rumah sampai ruang kerja.
SELANGKAH PASTI UNTUK PEREMPUAN PEMBANGUN NEGRI
Perempuan merupakan
sosok yang luar biasa di mata dunia. Ia adalah agen perubahan penting pembangun
suatu negara. Negara akan baik jika perempuan di dalamnya baik dan sebaliknya
negara itu akan hancur jika perempuannya hancur.
Saat ini ada banyak
kekecewaan yang terjadi di negri ini tentang perempuan. Tak ubahnya perempuan
negri ini adalah sampah yang diseret sana sini tanpa nilai. Harga perempuan
tidak ada lagi. Tidak ada setitikpun nilai yang bisa diambil dari
perempuan-perempuan saat ini. Hanya secuil dari mereka yang masih
mempertahankan martabat dan harga dirinya. Arus globalisasi telah membutakan
mata perempuan negri ini. Virus-virus dari luar telah membobrokkan akhlak dan
pemikiran mereka. Sistem kapitalis telah membunuh martabat perempuan. Perbedaan
cara pandang Kapitalisme terhadap perempuan sudah sangat jelas. Kapitalisme
memandang perempuan seperti barang yang dapat diperjualbelikan, karena itu ia
dieksploitasi kecantikannya, digunakan promosi berbagai produk sekalipun produk
itu tidak ada hubungannya dengan perempuan. Perempuan dianggap mesin pencetak
uang, unsur penting penopang perbaikan ekonomi. Sehingga perempuan dinilai
berharga sesuai dengan materi yang dia hasilkan.
#Pentingnya Evaluasi*
Nah.. hari ini (kebetulan hari minggu), saya ingin
bercerita tentang salah satu kegiatan di pondok saya sekaligus menganalisa
kekurangan yang ada di dalamnya.
Kegiatan majlis taklim bakda subuh setiap hari rabu
dan minggu selalu saja diwarnai oleh semprotan air sesekali pukulan terhadap
seorang santri yang tidur. Tujuannya sih bagus yaitu, agar santri yang tidur
itu bangun dan mendengarkan pengajian dengan seksama. Namun, setelah beberapa
menit bangun, ia pun tidur lagi dan seorang secara bergantian dari pelaksana
majlis taklim menyemprotnya dengan air sekali lagi. Tak disangka beberapa menit
kemudian, ia tidur lagi dan lagi hingga kegiatan majlis taklim usai.
Cinta-Nya Jauh Lebih Bermakna
Tuhan
Maha
Penyayang...
ia selalu memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.
Tuhan
Maha
Tahu...
ia mengetahui semua keadaan diri kita.
Apapun
yang terbesit dalam hati ia tahu.
Tuhan
Maha
Adil...
ia memberikan porsi yang pas
Untuk
setiap hamba-Nya.
“Allah.”
Ialah yang memberikan
segala yang kita butuhkan. Ialah yang memberikan setiap detik kesempatan untuk
kita, agar kita menjadi orang yang bermakna.
Ia selalu hadir dalam langkah hidup kita dalam keadaan apapun. Dialah Robb yang
memberikan cinta dan mencintai kita lebih dari seorang ibu mencintai kita. Dia
paling istimewa di atas istimewanya cinta. Dia paling besar di atas besarnya
cinta.
Dan
langit bumipun mencintainya
Besar cinta-Nya pada
kita tak terbendung. Kala kita senang ia menemani, bahkan kala kita menangis pun ia masih setia menemani. Ia
melihat kita, melihat dengan segenap cinta yang ia curahkan tulus untuk kita.
Ia hadir di setiap hembusan nafas kita. Dialah Allah yang setia menunggu cinta
kita.
Dalam setiap detik ia
menanti dan menanti doa-doa tulus kita. Menunggu airmata yang kita tumpahkan di
hadapan-Nya.
Dia tidak pernah lelah walau kita sering melupakan dan menjauhinya, namun ia
tidak pernah menjauhi kita. Akankah kita sadar betapa besar rasa yang Dia
berikan untuk kita?
Terkadang dada kita
sesak karena penderitaan yang berkepanjangan. Tubuh kita bagai dicabik-cabik
kala kebahagiaan tak jua menghampiri kita, hingga terbesit pertanyaan, “Tuhan
di mana?”
Tuhan dimana? Pertayaan
yang mungkin pernah kita ucapkan.
Tuhan ada bersama kita, kala apapun kondisi kita. Dia sedang menguji kita jika
kesedihan menghampiri kita, tapi percayalah cintanya tidak akan berkurang
terhadap kita. Sekalipun kita bejat dan bermaksiat, namun curahan nikmatanya
tak habis-habis ia berikan pada kita, itu karena Allah Maha Penyanyang. Ia ingin tahu apakah
kita kuat kala airmata mengguncang hidup kita, ia ingin mengukur seberapa besar
kita mampu bertahan dan ia ingin tahu apakah kita mencintai-Nya.
Cinta
seperti apa yang diberikan Allah pada kita?
Cinta yang tidak sama
seperti apa yang diberikan manusia pada kita. Cintanya suci tanpa meminta
imbalan, cintanya pasti tak mengecewakan dan cintanya abadi kala diri kita
benar-benar mampu memahami dan melihat cinta itu. cinta seperti apa? Hanya
Allah yang tahu seberapa besar ia mencintai kita.
Jika ibu mencintai kita
dengan ribuan ketulusan dan pengorbanan maka Allah mencintai kita dengan
miliyaran ketulusan. Cinta-Nya
tak akan tertandingi oleh siapapun. Dialah yang menciptakan kita dari segumpal darah
hingga terbentuklah kita dengan segala kelebihan dan kemampuan. Ia berikan
bumi, langit dan udara secara gratis. Dia berikan orang-orang di sekitar kita
yang begitu tulus mencintai kita. Nikmat-Nya tidak akan pernah mampu kita
hitung sekalipun kita orang paling menderita di dunia ini.
Tapi
kenapa harus ada penderitaan jika Dia mencintai kita?
Allah, memberikan cobaan atau ujian karena kita
kuat.
Mungkin banyak yang
begitu lemas, dan tak bersemangat ketika Allah swt memberikan cobaan hidup atau ujian
kepada kita. Cobaan dan ujian yang datang beruntun pada diri kita terasa begitu
berat dan terkadang kita mencoba untuk lari dari hidup ini, dan bahkan sampai
menyalahkan sang khalik atas cobaan, terpaan serta ujian hidup atas hidup kita
ini.
Allah memberikan cobaan
atau ujian pada kita, karena Dia sayang. Itulah bentuk Allah mencintai kita.
Dia tidak akan memberikan apa yang kita inginkan, tapi Dia tahu apa yang kita
butuhkan. Terkadang apa yang ia berikan memang tidak sesuai dengan apa yang kita
inginkan, tapi coba perhatikan. Jika kita ingin menjadi orang yang sabar, apa
ya mungkin akan datang kesabaran dengan sendirinya? Jelas tidak, karena itulah
Allah menghadirkan cobaan kepada kita agar kita mampu meraih kesabaran seperti
apa yang kita inginkan.
Cinta yang ia berikan
tidak sama dan tidak akan pernah sama dengan cinta yang kita rasakan dari
manusia. Jika orangtua mengantarkan kita pada tempat yang kita tuju, tapi Allah
ingin kita berjalan sendiri untuk mencapai tempat itu. Kenapa? Bukan karena
Allah tidak peduli, tapi karena ia sedang mendidik kita untuk berjuang, untuk
berusaha dan merasakan bagaimana nikmatnya perjuangan.
Cinta yang ia berikan
tulus tanpa syarat. Tidak pernah memaksa kita untuk beribadah pada-Nya, karena
hidup adalah pilihan. Dia juga tetap mencintai kita sekalipun hati kita tidak
bergetar kala namanya disebut. Padahal tanda-tanda cinta seorang hamba adalah
bergetar hatinya saat nama yang dicinta disebut. Allah selalu mengasihani kita
sekalipun hati kita tak terisi cinta untuk-Nya.
Jika sudah begitu, masihkah kita berpaling dari cinta-Nya?
:"Sesungguhnya
Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Mencintai."
Cinta-Nya jauh lebih
berharga dari cinta apapun. Oleh karena itu mendekati bulan suci ini marilah
kita meningkatkan cinta kita pada Allah. Bukan karena mengharap sesuatu, tapi
murni dari hati kita. Jika kita mampu berjuang mati-matian untuk meraih cinta
dari manusia, kenapa untuk Allah tidak? (Afza_Yumaira)
Dia Kabulkan yang Kita Butuhkan
KETIKA seseorang yang hatinya telah lama menjauh
dari sisi-Nya terombang–ambing di tengah lautan di sutau. Semua
temannya meninggal karena kapalnya karam. Hanya dirinya yang selamat dan
terselamatkan pelampung.
Lalu hatinya mengingat
Tuhan, ia meminta ampun kepada Tuhannya dan berdoa dengan khusuk agar
diselamatkan.
Setelah
beberapa jam bertobat dan terapung di tengah lautan, ia berdoa agar
diselamatkan, meminta perahu. Meminta kepada Tuhan agar ada perahu lain
ditumpangi sekelompok orang yang melintas dan menyelamatkan jiwanya. Namun
sampai malam tiba tidak ada tanda-tanda pertolongan datang. Kedinginan, lapar
dan rasa haus, lemas, menimpa dirinya.
Orang
ini mengira doanya kurang tulus sehingga Tuhan tidak mengabulkan permintaannya.
Ia mencoba berdoa kembali. Dengan menutup mata, hendak lebih meyakinkan Tuhan
bahwa ia tak akan mengulang maksiat besar. Dalam doanya yang pasrah, tanpa
sadar ia pun tertidur.
Tengah malam tiba, ia terbangun. Tak disangka sebelumnya, ternyata ia terdampar di sebuah pulau tak berpenghuni manusia. Bergegas mencapai pantai yang penuh pohon kelapa. Setibanya di tepi pantai, dengan jerih payah ia memanjat satu-satunya pohon kelapa yang berbuah di sana. Ia makan dan minum air kelapa; satu, dua, sampai tiga buah kelapa. Tentu kenyanglah dan kembali segar tubuhnya.
Ia lalu membuat api unggun dari ranting pohon dan korek api yang tak sengaja disaku - untuk menghangatkan tubuh, membuat tenda dari janur kelapa di tepi pantai sebagai tempat tidur. Ia tidur hingga menjelang fajar. Setelah ibadah fajar, ia berdoa lagi agar segera keluar dari pulau itu. Sambil menunggu datangnya pertolongan Tuhan. Karena ia yakin akan dikabulkan doa-doanya, ia menuju ke dalam pulau. Menelusuri hutan dan mencari buah-buahan di sana.
Sepulang mencari buah-buahan di hutan, sisa api unggun menghanguskan tendanya. Tendanya terbakar habis. Orang ini marah! Buah pisang dan jambu air di tangannya ia lempar keras ke pasir. Ia berteriak mengapa Tuhan melakukan ini kepadanya, menyiksanya dengan bencana dan membuatnya terdampar di pulau tak berpenghuni sehingga mustahil didatangi manusia lain.
Tetapi tak lama setelah kepulan asap dari tenda terbakar tadi, tibalah perahu penyusur pantai datang menyelamatkan dirinya. Ketika ditanya kepada para penumpang kapal, kenapa bisa tahu ada orang di pulau tak berpenghuni itu. Mereka tahu ada orang yang meminta bantuan karena ada asap yang mengepul yang berasal dari tepi pantai.
***
Saudaraku,
Melihat
ilustrasi di atas, Allah menyediakan kebutuhan hamba-Nya dari pada apa yang paling
tepat “diminta” seorang hamba kepada-Nya. Dalam ilustrasi, ketika ia meminta
hidayah secara tidak langsung, Allah memberinya kemudahan berupa bencana yang akhirnya membawa
dirinya kembali di jalan Tuhannya.
Ketika lapar, Allah tidak menurunkan makanan dari langit tetapi ia diberi buah kelapa. Ketika lemas karena dehidrasi, haus tak tertahankan, buah kelapa di tepi pantai pulau tak berpenghuni adalah solusinya. Ketika kedinginan, sakunya ada korek api dan ranting-ranting pohon tersedia untuk dibuat api unggun. Untuk istirahat, janur dibuat atap.
Setelah ia mendapat hidayah, tenang jiwanya, kenyang perutnya, kuat dan hangat tubuhnya, sudah waktunya ia pulang ke rumah. Maka atas kehendak Allah api membakar tendanya. Dari situ ia diselamatkan.
Saudaraku,
Renungkanlah
sejenak seberapa banyak kita meminta kepada Allah tetapi seakan tidak
terkabulkan? Apakah dugaan kita bahwa doa itu tidak terkabulkan adalah benar?
Jikalau kita menjawab doa kita tidak terkabulkan itu benar. Jika dikatakan akan
dikabulkan itu pun juga benar. Karena Allah, Tuhan manusia dan seluruh alam
satu-satunya mengikuti prasangka hamba-hamba-Nya.
Saudaraku,
Renungkanlah
sejenak, ketika dirimu meminta kekuatan menghadapi cobaan. Bukankah Dia memberimu kesulitan? Terombang-ambing di tengah
permasalahan, menuntut dirimu bertahan, membuang sedih dan akhirnya menjadi
kuat.
Ketika dirimu berharap ada kebijaksanaan dalam diri, bukankah Dia memberimu masalah untuk dipecahkan? Masalah lapar dan haus, bijaksana mencari makanan pengenyang dan minuman pelepas dahaga. Mengenai kedinginan, pikiran bijaksana tumbuh yang pada akhirnya membuat api unggun. Saat tubuh lemas, membangun tenda untuk istirahat.
Ketika meminta cinta, diberikan orang-orang bermasalah. Ketika meminta bantuan, Allah memberi kesempatan bagi kita berusaha mandiri dan bertawakal. Lalu apa yang sebenarnya kita ragukan pada doa kita? Doa kita justru terjawab secara sempurna. Tidak hanya yang kita minta, tetapi meliputi semua yang dibutuhkan.
Saudaraku,
Doa
adalah senjata kita! Senjata orang-orang beriman. Doa adalah tiang agama. Doa
adalah penerang langit dan bumi. Yakinlah pada kekuatan doa. Sabarlah menunggu,
dan perhatikan apa yang dilakukan Allah terhadap diri kita. Perhatikan
bagaimana Dia menyiapkan diri kita menyongsong impian yang kita miliki.
Saudaraku,
Bersedih
terhadap kesalahan kita masa lalu tiada gunanya. Sedih dan putus asa, tidak akan
mengembalikan masa lalu kita untuk diperbaiki. Ada di hari ini dan di masa depan hanya untuk
perbaikan diri, berusaha keras dan tawakal kepada-Nya. Kurangi masa sedih, dan jangan
sampai berputus asa mengharap ridha dan rahmat-Nya.(Mustofa Ilham)
Langganan:
Postingan (Atom)








