About

Apalah Arti Inner Beauty

(Mengadaptasi dari video : /http://www.youtube.com/watch?v=xtanExArfJs)
Oleh : Dwi Wirastianti Novita Sari 

Di sebuah lift, ada dua orang wanita yang terlihat berbeda. Wanita yang satu berbadan gemuk sedangkan wanita yang satu berbadan ramping. Mereka berdua berdiri dalam diam menunggu lift berjalan membawa mereka ke lantai tujuan masing – masing. Sesaat kemudian, wanita gemuk terlihat menutup hidungnya, seperti hendak mencegah bau tak sedap masuk terhirup olehnya. Rupanya ia mencium bau kentut yang berasal dari wanita ramping di depannya. Ini terlihat dari ekspresi dan tingkah laku dari wanita ramping tersebut. Beberapa detik kemudian, pintu lift terbuka dan masuklah beberapa pria. Pintu lift yang terbuka hanya sebentar tentu tidak dapat menghilangkan “aroma” gas dari si wanita ramping itu. Alhasil, ketiga pria itu masih bisa mencium bau gas tersebut. Hanya saja, mereka salah sasaran. Mereka serempak menoleh ke wanita gemuk dan menatapnya dengan tatapan menyalahkan atas bau tak sedap itu.
Saat menonton iklan komersial itu, aku tersenyum. Merasa geli sekaligus prihatin karena ternyata separah itu pandangan orang terhadap wanita gemuk. Bagaimana gemuk telah menjelekkan image seseorang. Lantas, dimana letak inner beauty itu? Inner beauty yang disebut – sebut sebagai kecantikan dari dalam atau cantik secara batiniah . Nyatanya, sangat minim bagi kaum Adam untuk menilai seorang wanita dari sisi batiniahnya. Mereka hanya melihat kecantikan yang visual, yang dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indera. Kecantikan ini yang seringkali dijadikan patokan bagi daya tarik wanita, dengan mengesampingkan inner beauty.
Banyak wanita berlomba – lomba untuk menjadi cantik. Alasannya bermacam – macam. Untuk estetika, tuntutan pekerjaan, ataupun untuk menggaet pria tampan dan mapan. Toh pria – pria itu pasti melihat wanita pertama kali dari mata, bukan? Kalau kita jelek, mana mau mereka menatap kita dan mengenal kita lebih dalam, mengenal kita secara batiniah. Itulah argumen – argumen yang sering kudengar. Ada benarnya, estetika atau keindahan yang tampak oleh mata akan mengundang seseorang untuk melihat dan mengenal seseorang lebih jauh. Seperti halnya makanan. Masakan yang disajikan dengan tepat dan indah akan mengundang orang untuk menikmatinya. Tapi tentu saja rasa juga penting, jika penampilan makanan itu terlihat enak namun ternyata rasanya hambar, orang akan berhenti memakannya. Begitu pula dengan wanita. Memang, kecantikan lahiriah itu penting, tapi tidak dengan menomorduakan kecantikan batiniah. Dua hal itu berjalan sejajar dan harus saling menunjang. Cantik lahiriah tidak akan berarti tanpa inner beauty dan inner beauty juga tidak akan tereksplor tanpa adanya kecantikan lahiriah.

Takkan Terganti

(Mengadaptasi dari video : http://www.youtube.com/watch?v=Jlhu5CmLwME) 
Oleh : Putu Adetya

   Selama ini sadarkah kalian tentang apa yang telah kalian perbuat?, Sudahkah kalian membuat goresan senyuman di wajahnya? Tak satu pun dari kita merasa dia adalah sosok pengganggu yang seolah-olah membelenggu ruang gerak kita. Selalu melarang, menasihati dengan penuh kesabaran yang tidak mengenal lelah. Namun,tahukah kalian maksud dari semua ini? tak lain tujuan yang begitu mulialah yang ingin mereka curahkan demi  kebaikkan kita nanti.
    Seperti kisah yang dapat kita petik pelajaran yang berharga dimana hiduplah seorang remaja perempuan dengan ayahnya mengidap tuna wicara, konon kondisi yang dialami ayahnya terjadi sesaat ibunya meninggal dunia karena suatu kejadian yang tragis. Hanya denganbermodalkan penghasilan yang serba berkecukupan dari mata pencaharian ayahnya yang berjualan mie dengan gerobak yang sederhana mereka hidup berdampingan di sebuah rumah kontrakan bak gubuk yang bisa roboh ditiup angin.
    Semua bermula saat sang anak melanjutkan pendidikannya ke sekolah menangah atas, karena ayahnya pikir jarak dari rumah ke tempat ia bersekolah cukup jauh, akhirnya ayahnya memutuskan untuk mengantarkan anak semata wayangnya dengan motor warisan kakeknya. Sebagai ayah pada umumnya, beliau hanya ingin berpesan kepadanya agar belajar yang rajin dan jadilah anak baik di sekolah, tentunya dengan bahasa isyaratlah cara sang ayah menyampaikannya. Namun reaksi pedas dan rasa acuh yang menyakitakan hati yang tampak dari pemandangan pagi itu. Dengan penuh rasa sabar dan sedikit senyuman di wajah ayahnya  seolah menganggap hal itu adalah sebuah isyarat bahwa sang anak mengiyakan pesan darinya.
    Akan tetapi, keadaan di sekolah tidak seperti yang ayahnya harapkan, teman – teman putrinya di sekolah yang mengetahui kalau ayahnya bisu kerap mengganggunya, mereka tak henti-hentinya menghina ayah sang buah hati. Awalnya dia hanya mencoba untuk tidak mempedulikan hal itu namun sikap mereka yang begitu keterlaluan berhasil membuatnya tak tinggal diam dan mencoba membela nama baik ayahanda.
    Sebuah kontak fisik pun terjadi hingga berujung pahit, sehingga membuat peristiwa itu tersebar bahkan sang ayah mengetahui bahwa yang terlibat itu putrinya sendiri. Sesampainya di rumah sambutan yang tak biasa diperlihatkan ayahnya kepada anaknya. Tak disangka, seorang ayah yang biasa menyambut kepulangannya dengan ramah dan penuh kasih saying yang lembut, sesaat berubah menjadi pertarungan hebat antara anak dan ayah. Karena merasa tak tahan lagi untuk berada di rumah, sang putri pun angkat kaki dari rumah itu dan terjun ke dunia gelap bersama teman lamanya yang kini mereka bertemu dan saling bertukar pikiran.
    Sementara Sang ayah yang duduk termenung tak tahu harus berbuat apa lagi untuk meyakinkan buah hatinya bahwa ia masih sayang padanya. Ia merasa gagal untuk menuruti semua keinginan putrinya itu, sampai-sampai perasaan itu terbawa  saat ia bekerja yang melakukan segalanya dengan setengah hati. Di sela –sela pekerjaannya ia pun merenungkan tentang cara apa yang harus ia perbuat demi membuat hubungan keduanya membaik. Akhirnya sang ayah berniat untuk memanfaatkan waktu ulang tahun putrinya untuk meminta maaf karena ia rasa semua ini adalah kesalahannya.
    Kue ulangtahun yang sederhana telah siap di meja, yang dihiasi lilin dengan nyala api kecil yang begitu indah dan terangnya mampu menyinari ruangan itu lengkap dengan tulisan  ”Selamat Ulang Tahun” terpampang dengan eloknya di atas kue itu. Selagi menunggu anaknya keluar dari kamarnya sang ayah mencoba menyusun kata-kata yang kali ini sekiranya membuat putrinya mengerti maksud hati sang ayah. Karena jika tidak, entah apa yang terjadi melihat sang putri pulang dengan wajah yang bermuram durja dan terus mengurung diri di kamarnya.
    Setelah menunggu cukup  lama, rasa curiga yang terus menghantui sang ayah tentang keadaan putrinya yang tak kunjung muncul juga dari kamarnya, membuat sang ayah mengetuk dan gelisah sebenarnya ada apa di dalam. Beribu-ribu ketukan telah dicoba namun tak ada jawaban dari dalam. Akhirnya sebuah dobrakan kencang dilancarkan sang ayah dan alangkah terkejutnya ia melihat putri satu-satunya terbaring tak berdaya dengan berlumuran darah.
    Tindakan cepat dilakukan oleh sang ayah, rumah sakit terasa begitu jauh mengingat sang putri yang terus meneteskan darah seiring langkahnya menuju tempat itu, bagaikan nyawa yang hilang di setiap tetesan darah yang mengalir membuat ayahnya tak kuasa menahan tangis melihat keadaan putrinya yang sangat mengenaskan ini.
    Sesampainya di tempat itu, sang ayah memohon kepada dokter agar nyawa anaknya itu dapat diselamatkan apapun caranya. Tanpa pikir panjang sang ayah meminta dokter untuk mengambil darahnya demi menyelamatkan putrinya.
Semua berlalu begitu cepat, tak ada yang dapat menghentikan kejadian pada malam itu, sang ayah yang telah tak bernyawa turut menemani putrinya yang keadaannya begitu membaik seiring dengan liter demi liter darah yang direlakannya untuk putrinya tercinta.
    Ketika terbagun, sang putri kaku tak bisa berkata apa-apa lagi, melihat sang ayah yang selama ini telah menjadi sosok yang selalu menyayangi dan merawatnya hingga ia beranjak dewasa. Ia rela mengorbankan nyawa berharganya demi keselamatan jiwa sang putri. Penyesalan yang tak dapat mengubah keadaan dan membantunya untuk membuat sang ayah hidup kembali telah memenuhi ruangan tersebut. Kata maaf belum sempat ia lantunkan, Kini ia baru tahu di balik keterbatasan ayahnya  itu tersimpan tujuan yang mulia untuk membimbing dirinya menjadi anak yang berhasil suatu hari nanti bahkan tujuan itu mampu melebihi pengorbanan ayah normal lainnya.       


“Kecewa akan suatu hal itu hal yang biasa
Namun janganlah mengecewakan seseorang karena suatu hal yang biasa”

Rumah Manusia

Generasi Muda untuk Selamatkan Rumah Manusia (Bumi)!
(Mengadaptasi video dokumenter dari : http://www.youtube.com/watch?v=l95YYumD59A)
          Oleh : Ainul Maghfirah

Bumi adalah planet paling ideal yang Allah berikan sebagai tempat manusia menjalani kehidupan di dunia. Bumi terdiri dari banyak komponen yang Allah jadikan sebagai hiasan dan fasilitas kehidupan manusia. Komponen – komponen tersebut berupa pegunungan yang sejuk, tanah yang di atasnya tumbuh tanaman padi yang hijau, Air yang mengalir membentuk suatu jalan yang bernama sungai, buah – buahan dengan aneka rasa, bunga dengan aneka warna dan aroma, tanaman – tanaman hijau, hayawan dengan banyak jenis, udara, logam – logam yang berkilauan dan lain sebagainya.
Manusia dan semua komponen bumi memiki hubungan yang reversibel. Hubungan ini harus berjalan dengan seimbang agar kehidupan keduanya bisa lestari. Manusia bertindak sebagai subjek untuk mengolah dan menjaga kehidupan komponen bumi yang lain, dan komponen bumi bertindak sebagai objek fasilitas untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Perkembangan zaman menunjukkan hasil olahan manusia yang semakin maju dalam bidang teknologi. Jarak bukan lagi menjadi masalah waktu. Telepon telah menghemat banyak waktu yang di zaman sebelumnya dapat dihabiskan oleh jarak untuk berkomunikasi. Kesibukan manusia yang semakin hari semakin padat dan kompleks dapat dipermudah oleh kendaraan bermotor yang lebih cepat dari unta dan komputer dengan program – program canggihnya.
Kemajuan teknologi yang dicapai oleh manusia perlu dijadikan suatu kebanggaan. Ini menunjukkan bahwa manusia memang bisa menggunakan akalnya, memang makhluk tuhan yang paling istimewa. Ketidak – adaannya akal pikiran pada hewan sertanya adanya dinding sel pada tanaman yang membuatnya tidak bisa seelastis dan sedinamis manusia dan hewan membuat keduanya (hewan dan tanaman) hanya bisa berada di posisi “objek”. Akal pikiran dan nafsu/perasaan yang Allah berikan kepada manusia  telah membimbing manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi, menjadi satu – satunya makhluk yang dapat mengolah segala hal yang ada di bumi.
Namun, kemajuan – kemajuan ini bukan tanpa resiko. Kendaraan bermotor yang tiap hari tak pernah absen di jalan raya perkotaan maupun perdesaan telah menyumbangkan polusi yang cukup besar. Polusi ini dapat berdampak buruk baik bagi kesehatan manusia maupun kesehatan bumi. Bukan hanya penggunaan kendaraan bermotor, namun fasilitas lain yang dibuat oleh manusia seperti kulkas dan AC telah menjadi tersangka utama dalam pemanasan global.
Tanaman yang Allah ciptakan buat manusia, dengan kepintaran manusia telah terbukti bahwa tanaman adalah suatu mukjizat yang harus dilestarikan. Uniknya, saat manusia ditakdirkan untuk menghirup oksigen dan mengeluarkan banyak karbondioksida baik dari dirinya maupun dari teknologi ciptaannya, tanaman Allah set sebagai penghirup karbondioksia dan penghasil oksigen. Tidakkah kita berpikir, bahwa mungkin saja ini sebagai suatu sistem kesetimbangan yang terancang. Karbondioksida dalam jumlah berlebihan dapat mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca yang juga menjadi penyebab pemanasan global. Tanaman bukan hanya sekedar sebagai penghirup karbondioksida, dia juga mempunyai fungsi lain yang tak kalah pentingnya seperti penampung air hujan untuk cadangan air saat kemarau.
Fakta akan ilmu pengetahuan yang telah menyebar luas ini sayangnya hanya seperti angin yang berlalu bagi sebagian orang. Kenyataannya, penebangan pohon secara liar masih terjadi. Penebangan ini menyebabkan berkurangnya jumlah tanaman. Tentunya, fenomena ini dapat menyebabkan banyak kerugian terutama dalam segi lingkungan. Penggundulan gunung dapat memicu terjadinya erosi, banjir, perubahan iklim mikro dan kepunahan suatu spesies jenis fauna yang langka.
Seorang warga Padang Ulak Tanding, Mukmin dalam eksposnews.com menginformasikan bahwa setiap minggu ratusan meter kubik kualitas ekspor diperkirakan telah dikeluarkan dari kawasan hutan itu di sumatera selatan, sedangkan para penebang kayu secara liar dalam kawasan hutan itu sebagian besar adalah para pekerja harian yang diupah oleh pengusaha kayu di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).
            Masalah perekonomian telah menggelapkan mata dan pikiran manusia, sehingga secara sadar manusia telah merusak dan melenyapkan mukjizat dari Allah yang berupa tanaman. Ini menjadi tugas kita semua untuk menghentikan pembantaian pohon. Oleh karena itu, mari rapatkan barisan wahai generasi muda! Rapatkan barisan untuk menjadi generasi penerus yang baik, hingga saatnya kita memegang dunia, kita bisa mengolah bumi dan isinya dengan baik. Tujuan menjadi pemimpin di muka bumi-pun dapat terlaksana dengan baik.
SEMANGAT!

lelah


Asa memudar dalam jejak yang semakin hilang...
Menepilah lelah yang mulai membayang
Bersandarlah pada jiwa
Jiwa kesepian

Wahai gelap yang tergantung ditepian langit
Jatuhkanlah semua yang ada...
Biarkan tetes itu menghapus semua
Dan biarkan lelah ini luruh dalam kucurannya
Lalu bermuara dalam samudera ketakutan ini... 

Darimana harus memulai kembali?
Kemana harus mulai melangkah lagi?
Pada siapa harus mengadu segala keraguan ini?
Segla tanya ini semakin memaksaku untuk menyerah 


DIANTARA LIMIT LELAH
Rizkiyah Hidayati
21.23 Wib

SOEMAD


Soekarno, Soeharto, Susilo Bambang Yudoyono, katanya huruf awal dari S adalah orang yang bisa menjabat lama. Buktinya Presiden pertama Indonesia, Soekarno, telah memimpin Indonesia sampai beberapa tahun. Setelah wafatnya, beliau mesih menjabat dihati masyarakat. Bukan hanya lukisan saja, melainkan terdapat pula patung dengan ukuran besar di halaman Pemakaman dan Musium Soekarno. Setiap hari banyak yang bertakjiah. Para penyelawat akan menikmati menawannya musium ini.
Sepanjang sejarah, nama Soeharto adalah nama yang juga melegenda di Indonesia. Telah menjadi orang pertama terlama di Indonesia. Ketika wafatnyapun mayoritas masyarakat kecil rela turun ke jalan-jalan menuju ke pemakaman demi rasa hormat pada mantan pimpinan mereka itu. Tidak ayal lagi, Soeharto tak pernah mati di hati rakyat-rakyat kecilnya.

Larik


Larik bukan carik kertas-kertas bertebaran di mejamu
yang hampir kau remat kusut untuk tempat sampah

Larik bukan tarik korden-korden kamarmu
yang mengembang tertutup saat deras membumi meski fajar merekah

Larik sejati adalah sejati
suci bagai bayi yang tak pernah menghirup aroma Bumi
Larik lah larik murni

Antara Sayap-Sayap


Seperti Ikarus,
katamu

Sayap itu hanya mula deritamu
Hingga hancurmu tak sekedar raga namun jiwa dan segalanya

Percayalah,
kataku

Kedip


Kejap mata berganti
lagi
bersama hujan

Bukan mimpi baru
hanya harapan tak terhenti

NILAI SEJARAH TAK TERJAMAH


Daya ingat manusia sangatlah terbatas. Ada kalanya lupa atau mungkin memang dilupakan. Banyak memori-memori penting yang telah bernaung di otak kita, hingga lipatan neuron-neiron dalam otak semakin banyak dan tak beraturan lagi bentuknya.
Peristiwa yang sering diingat oleh kebanyakan manusia adalah peristiwa hidup. Entah itu bahagia ataupun sedih. Sedikit dari kita yang menyimpan rapi peristiwa sejarah yang dialami orang lain. Kalaupun tersimpan hanya sebatas tahu, namun berbeda jika peristiwa tersebut kita yang mengalami, maka akan terukir kuat dalam otak kita.
Tahukah anda, bahwa sesungguhnya mengingat peristiwa sendiri tanpa memberikan peristiwa lain lewat di otak kita, sama saja memberi makan seorang bayi hanya dengan nasi tanpa ada suplemen lain. Bayi itu memang tumbuh, tapi tidak akan sesehat bayi yang diberi suplemen lain selain nasi.

Apa Makna Perubahan?


Tahun 2013. Ya, disini manusia memahami betul apa itu tahun baru. Tahun baru merupakan simbol bagi setiap orang untuk berubah. Baik itu pola berpikirnya maupun pola kehidupan jasmaninya. Sebagian orang telah memikirkan apa yang akan dilakukan sepanjang tahun 2013, yang dapat membuat kehidupannya berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
Dimulai dari memikirkan mau mendapatkan gaji berapa, mendapatkan barang ini-itu, mau melakukan begini-begitu, mau merajut kasih dalam pernikahan, mau mengikuti lomba ini-itu, mau mengubah penampilan, motivasi baru dalam hidup, dan hal lain yang direncanakan setiap orang di dunia. Namun tahun baru hanyalah sekedar tahun baru, tanpa perubahan baru dalam merajut impian yang dimiliki.

Pembukaan Rekrutmen Anggota FLP Baru


Jumat, 7 Desember 2012
FLP Jember mengadakan rekrutmen anggota baru periode 2012-2013. Ini mengenai permintaan masyarakat Jember khususnya pelajar yang menyukai dunia kepenulisan, ingin bergabung di organisasi FLP. Para pelajar yang ingin menjadi anggota FLP Jember, ini berawal pada 28 November lalu setelah menjadi peserta di acara workshop kepenulisan “Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup”.
Bicara workshop tersebut, Bunda Sinta Yudisia menjadi pematerinya, dan ini salah satu penyebab motivasi para pelajar- yang menjadi peserta work shop tadi- ingin bergabung menjadi anggota FLP, ingin menjadi seperti bunda Sinta Yudisia. Bunda Sinta Yudisia adalah seorang penulis puluhan novel, diantaranya adalah novel best seller Road to The Empire dan satu lagi novelnya yang terkenal Takhta Awan. Penulis yang berkarakter seperti inilah yang menjadi salah satu motivasi perserta untuk bergabung menjadi anggota FLP.

BISIK FLP Menemani Pergantian Tahun


            Pergantian awal tahun 2013 atau tepatnya 1 Januari 2013 sudah barang tentu adalah momentum mendebarkan bagi setiap orang yang memiliki suatu resolusi besar. Ya, pergantian tahun akan menjadi sangat berarti bagi seseorang yang mendambakan perubahan pada tahun 2013. Seperti halnya seorang ibu hamil yang ingin melahirkan pada 2013, mahasiswa yang ingin wisuda, bujangan yang ingin menikah, siswa yang lulus UAN ataupun pekerja yang ingin naik pangkat. Bahwasanya setiap orang memiliki impian besar dan pengharapan besar di awal tahun 2013 ini. Sehingga tak sedikit orang yang menggunakan momen awal tahun ini dengan merayakannya dalam sebuah pesta kembang api, tiupan terompet, barbecue bareng, renungan bersama, doa bersama maupun berkecimpung dalam pelatihan-pelatihan motivasi diri.
Begadang dengan Ferdinand de Saussure1
            Terlintas di benakku, sebuah pertanyaan. Mengapa kursi bisa disebut kursi? Benda yang biasanya terbuat dari kayu atau besi itu berfungsi sebagai tempat duduk. Di ruang tamu, di ruang makan, di sini. Yang kini menyangga tubuhku di depan meja bulat berbahan kayu jati. Namun maslaahnya, mengapa benda semacamitu disebut dengan kursi? Kenapa tidak disebut saja kusir, kusri, kuris, atau bolehkah aku menyebutnya dengan sebutan ‘kulsi’ saja. Sejujurnya, huruf R adalah derita bagiku.
            Baiklah, berpikir sendirian memang begitu menyulitkan. Malam ini, aku akan mengundang tamu istimewa yang datangnya dari suatu universitas di Swiss, Universitas Geneva2. Aku akan menghubungi tamu istimewa itu untuk membantuku mencari jawaban dari pertanyaanku ini. Tentang kursi yang kenapa tidak disebut kulsi saja.

Refleksi Tahun Baru

Januari 2011

Malam tahun baru yang dingin. Semenjak sore hujan telah mencumbu dengan derasnya. Hampir beberapa tahun sebelumnya pun demikian. Jalanan menggelepar mati di setiap ruasnya, tidak ada kembang api menyala-nyala, cinta sepasang muda-mudi karam di penghujung waktu, tak ada riuh. Hanya sesekali saja terdengar terompet atau teriakan kecil dari dalam rumah.
Dibalik kesunyian itu, aku masih menerawang kosong pada sebuah motor gerobak milikku yang semenjak petang tadi sudah siap untuk mengadu nasib. Melihat kondisi diluar yang sepi dan petir bersahutan, ada nyali menciut dalam hati. "sepertinya tahun baru ini bakal sepi daganganku." padahal pagi tadi semangat begitu besar, harapan begitu tinggi, awal tahun ini bakal ramai pengunjung. Asal kau tahu, tahun baru 2011 adalah sebulan persis usia daganganku.

TAHUN BARU, HARAPAN BARU

Waktu berlalu begitu cepat, tanpa tersa sampai juga di penghujung tahun 2012. Terlepas dari isu-isu aneh tentang hari kiamat di 2012, ada beberapa hal pada tahun 2012yang tetap patut untuk disyukuri.  Dari sekian banyak cerita, ada tiga hal di tahun 2012 yang betul-betul membekas dalam memori. Tiga kejadian yang banyak menmgubah hal dalam kehidupanku.
Di tahun 2012 ini untuk pertama kalinya berat badan aku bisa turun. Setelah beberapa tahun terakhir hanya bisa mengalami kenaikan yang cukup membuat beberapa baju tidak muat lagi. Di awal 2012 lalu aku memutuskan untuk berdiet sehat ala Denny Santoso. Sempat merasa frustasi juga karena turunnya sangat perlahan. Sedangkan keinginan untuk menurunkan berat badan sudah begitu menggebu. Dan baru enam bulan kemudian baru mendapatkan hasil yang cukup signifikan. Bisa menurunkan 17 Kg dari berat badan awal adalah sebuah pencapaian terbaik dalam diet ini.

PERASAANKU TIDAK BISA DITIPU (edisi spesial tahun baru)

Aku tidak bisa menipu perasaanku sendiri. Bisa saja aku menipu orang tuaku, adik dan kakaku, para tamu, bahkan menipu istri sekalipun. Tapi perasaanku tidak bisa ditipu.
Berulang kali aku mencoba, tapi gagal lagi. Tidak ada cinta sejernih cintaku pada bidadari hayalanku. Bermata bulat. Beralis sabit. Berhidung mancung. Pintar merawat diri. Lihai dalam hal memasak. Menjadi ibu yang paling dekat dengan putra-putri kami nantinya. Yang paling penting, pandai tersenyum.
Sangat berbeda dengan istriku yang baru kunikahi dua malam lalu. Wajahnya sulit memancarkan senyuman. Sepertinya diam adalah senjata andalan. Dia akan lebih sering di dalam kamar, dari pada ngobrol dengan keluargaku. Kebetulan karena rumah kami masih menjadi satu.

Biografi Mario Teguh


Mario Teguh adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan bisnis dan kepribadian asal Indonesia. Agama Mario Teguh adalah Islam. Bagi yang menganggap bahwa Mario Teguh kristen, Anda salah besar! Ya, Mario teguh beragama Islam. Beliau menjadi motivator tanpa menyinggung agama tertentu dan bisa merangkul semua kalangan. Mari kita simak kisah hidup Pak Mario!

Perlukah Mengeluh?


Tidak bisa dipungkiri, makhluk yang namanya manusia pasti pernah mengeluh.  Disadari atau tidak, mengeluh sepertinya sudah menjadi bagian dari hidup.  Hanya saja, frekuensi dan kualitas keluhannya yang membedakan antara satu personal dengan personal lainnya.  Biasanya perbedaan ini terkait dengan tingkat pemahaman dan cara pandang seseorang tentang suatu masalah yang sedang ia hadapi.  Sabar, ikhlas dan seberapa besar keinginan untuk merubah sebuah  keadaan menjadi lebih baik, biasanya akan meminimalisir keluhan.  Sebaliknya  pesimis dan berburuksangka terhadap kejadian yang sedang menimpa secara otomatis akan memunculkan keluhan-keluhan yang alih-alih mendapatkan penyelesaian, malah akan menambah ruwet dan bisa jadi menambah masalah baru.

PENYESALAN


Angin malam berhembus kencang menerjang lapisan kulit setiap insan yang merasakan meski  rembulan tampil dengan bulat sempurna meski bintang-bintang terang benderang menghiasi malam, namun  pemandangan tersebut tak turut menghibur hati Tono yang sedang padam bagai tersiram air yang deras.
Tono adalah seorang pria yang sudah berkepala empat akan tetapi satu persatu dari empat anaknya pergi meninggalkan Tono dan istrinya, mereka tidak tahan dengan kondisi ekonomi keluarganya.

HILANG ARAH


Gelisah itu datang..tanpa pernah tahu harus diapakan
Menggelayut…menggantung diantara debu asa yang mulai bertebaran tanpa terencana
Dan sepipun mulai memaksa…mencari celah untuk berkuasa
Pada batin yang mulai tak percaya akan harap yang dulu sempat bermuara
Kemana arah harus dituju?
Saat mata angin tak lagi bisa terbaca maknanya
Jejak usang di atas pasir itupun mulai hilang…terterpa angin, tak berbekas
Lalu kemana lagi kaki ini harus berjalan?