(Mengadaptasi dari video : /http://www.youtube.com/watch?v=xtanExArfJs)
Oleh : Dwi Wirastianti Novita Sari
Di sebuah lift, ada dua orang wanita yang terlihat
berbeda. Wanita yang satu berbadan gemuk sedangkan wanita yang satu berbadan
ramping. Mereka berdua berdiri dalam diam menunggu lift berjalan membawa mereka
ke lantai tujuan masing – masing. Sesaat kemudian, wanita gemuk terlihat
menutup hidungnya, seperti hendak mencegah bau tak sedap masuk terhirup
olehnya. Rupanya ia mencium bau kentut yang berasal dari wanita ramping di
depannya. Ini terlihat dari ekspresi dan tingkah laku dari wanita ramping
tersebut. Beberapa detik kemudian, pintu lift terbuka dan masuklah beberapa
pria. Pintu lift yang terbuka hanya sebentar tentu tidak dapat menghilangkan
“aroma” gas dari si wanita ramping itu. Alhasil, ketiga pria itu masih bisa
mencium bau gas tersebut. Hanya saja, mereka salah sasaran. Mereka serempak
menoleh ke wanita gemuk dan menatapnya dengan tatapan menyalahkan atas bau tak
sedap itu.
Saat menonton iklan komersial itu, aku tersenyum.
Merasa geli sekaligus prihatin karena ternyata separah itu pandangan orang
terhadap wanita gemuk. Bagaimana gemuk telah menjelekkan image seseorang. Lantas, dimana letak inner beauty itu? Inner
beauty yang disebut – sebut sebagai kecantikan dari dalam atau cantik
secara batiniah . Nyatanya, sangat minim bagi kaum Adam untuk menilai seorang
wanita dari sisi batiniahnya. Mereka hanya melihat kecantikan yang visual, yang
dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indera. Kecantikan ini yang seringkali
dijadikan patokan bagi daya tarik wanita, dengan mengesampingkan inner beauty.
Banyak wanita berlomba – lomba untuk menjadi cantik.
Alasannya bermacam – macam. Untuk estetika, tuntutan pekerjaan, ataupun untuk
menggaet pria tampan dan mapan. Toh pria – pria itu pasti melihat wanita
pertama kali dari mata, bukan? Kalau kita jelek, mana mau mereka menatap kita
dan mengenal kita lebih dalam, mengenal kita secara batiniah. Itulah argumen –
argumen yang sering kudengar. Ada benarnya, estetika atau keindahan yang tampak
oleh mata akan mengundang seseorang untuk melihat dan mengenal seseorang lebih
jauh. Seperti halnya makanan. Masakan yang disajikan dengan tepat dan indah
akan mengundang orang untuk menikmatinya. Tapi tentu saja rasa juga penting,
jika penampilan makanan itu terlihat enak namun ternyata rasanya hambar, orang
akan berhenti memakannya. Begitu pula dengan wanita. Memang, kecantikan
lahiriah itu penting, tapi tidak dengan menomorduakan kecantikan batiniah. Dua
hal itu berjalan sejajar dan harus saling menunjang. Cantik lahiriah tidak akan
berarti tanpa inner beauty dan inner beauty juga tidak akan tereksplor tanpa
adanya kecantikan lahiriah.
Selama ini
sadarkah kalian tentang apa yang telah kalian perbuat?, Sudahkah kalian membuat
goresan senyuman di wajahnya? Tak satupun dari kita merasa
dia adalah sosok pengganggu yang seolah-olah membelenggu
ruang gerak kita. Selalu melarang, menasihati
dengan penuh kesabaran yang
tidak mengenal lelah. Namun,tahukah
kalian maksud dari semua ini? tak lain tujuan yang begitu mulialah yang ingin
mereka curahkan demi kebaikkan kita
nanti.
Seperti
kisah yang dapat kita petik pelajaran yang berharga dimana hiduplah seorang
remaja perempuan dengan ayahnya mengidap tuna wicara, konon kondisi yang
dialami ayahnya terjadi sesaat ibunya meninggal dunia karena suatu kejadian
yang tragis. Hanya denganbermodalkan
penghasilan yang serba berkecukupan dari mata pencaharian ayahnya yang
berjualan mie dengan gerobak yang sederhana mereka hidup berdampingan di sebuah
rumah kontrakan bak gubuk yang bisa roboh
ditiup angin.
Semua
bermula saat sang anak melanjutkan pendidikannya ke sekolah menangah atas,
karena ayahnya pikir jarak dari rumah ke tempat ia bersekolah cukup jauh,
akhirnya ayahnya memutuskan untuk mengantarkan anak semata wayangnya dengan motor
warisan kakeknya. Sebagai ayah pada umumnya, beliau hanya ingin berpesan
kepadanya agar belajar yang rajin dan jadilah anak baik di sekolah, tentunya
dengan bahasa isyaratlah cara sang ayah menyampaikannya. Namun reaksi pedas dan
rasa acuh yang menyakitakan hati yang tampak dari pemandangan pagi itu. Dengan
penuh rasa sabar dan sedikit senyuman di wajah ayahnya seolah menganggap hal itu adalah sebuah
isyarat bahwa sang anak mengiyakan pesan darinya.
Akan
tetapi, keadaan di sekolah tidak seperti yang ayahnya harapkan, teman –
teman putrinya di sekolah yang mengetahui kalau ayahnya bisu kerap
mengganggunya, mereka
tak henti-hentinya menghina ayah sang buah hati. Awalnya dia hanya mencoba
untuk tidak mempedulikan hal itu namun sikap mereka yang begitu keterlaluan berhasil membuatnya tak
tinggal diam dan mencoba membela nama baik ayahanda.
Sebuah
kontak fisikpun
terjadi hingga berujung pahit, sehingga membuat peristiwa itu tersebar bahkan
sang ayah mengetahui bahwa yang
terlibat itu putrinya sendiri. Sesampainya di rumah sambutan yang tak biasa diperlihatkan
ayahnya kepada anaknya. Tak disangka, seorang ayah yang biasa menyambut
kepulangannya dengan ramah dan penuh kasih saying yang lembut, sesaat berubah
menjadi pertarungan hebat antara anak dan ayah. Karena merasa tak tahan lagi
untuk berada di rumah, sang putri pun angkat kaki dari rumah itu dan terjun ke
dunia gelap bersama teman lamanya yang kini mereka bertemu dan saling bertukar
pikiran.
Sementara Sang
ayah yang duduk termenung tak tahu harus berbuat apa lagi untuk meyakinkan buah
hatinya bahwa ia masih sayang padanya. Ia merasa gagal untuk menuruti
semua keinginan putrinya itu, sampai-sampai perasaan itu terbawa saat ia bekerja yang
melakukan segalanya dengan
setengah hati. Di sela –sela pekerjaannya ia pun merenungkan tentang cara apa
yang harus ia perbuat demi membuat hubungan keduanya membaik. Akhirnya sang
ayah berniat untuk memanfaatkan waktu ulang tahun putrinya untuk meminta maaf
karena ia rasa semua ini
adalah kesalahannya.
Kue ulangtahun yang sederhana telah siap dimeja, yang dihiasi lilin dengan
nyala api kecil yang begitu indah dan terangnya mampu menyinari ruangan itu lengkap
dengan tulisan ”Selamat Ulang Tahun” terpampang dengan eloknya di atas kue itu. Selagi
menunggu anaknya keluar dari kamarnya sang ayah mencoba menyusun kata-kata yang
kali ini sekiranya membuat putrinya mengerti maksud hati sang ayah. Karena jika
tidak, entah apa yang terjadi melihat sang putri pulang dengan wajah yang
bermuram durja dan terus mengurung diri di kamarnya.
Setelah menunggu cukup lama, rasa curiga yang terus
menghantui sang ayah tentang keadaan putrinya yang tak kunjung muncul juga dari
kamarnya, membuat sang ayah mengetuk dan gelisah sebenarnya ada apa di dalam.
Beribu-ribu ketukan telah dicoba namun tak ada jawaban dari dalam. Akhirnya
sebuah dobrakan kencang dilancarkan sang ayah dan alangkah terkejutnya ia melihat putri
satu-satunya terbaring tak berdaya dengan berlumuran darah.
Tindakan cepat dilakukan
oleh sang ayah, rumah sakit terasa begitu jauh mengingat sang putri yang terus
meneteskan darah seiring langkahnya menuju tempat itu, bagaikan nyawa yang
hilang di setiap tetesan darah yang mengalir membuat ayahnya tak kuasa menahan tangis melihat keadaan putrinya
yang sangat mengenaskan
ini.
Sesampainya
di tempat itu, sang ayah memohon kepada dokter agar nyawa anaknya itu dapat
diselamatkan apapun caranya. Tanpa pikir panjang sang ayah meminta dokter untuk
mengambil darahnya demi menyelamatkan putrinya.
Semua
berlalu begitu cepat, tak ada yang dapat menghentikan kejadian pada malam itu, sang ayah
yang telah tak bernyawa turut menemani putrinya yang keadaannya begitu membaik
seiring dengan liter demi liter darah yang direlakannya untuk putrinya
tercinta.
Ketika
terbagun, sang putri kaku tak bisa berkata apa-apa lagi, melihat sang ayah yang
selama ini telah menjadi
sosok yang selalu menyayangi dan merawatnya hingga ia beranjak dewasa. Ia rela mengorbankan
nyawa berharganya demi keselamatan jiwa sang putri. Penyesalan yang tak dapat mengubah keadaan
dan membantunya
untuk membuat sang ayah hidup kembali telah memenuhi ruangan tersebut. Kata maaf
belum sempat ia lantunkan, Kini
ia baru tahu di balik keterbatasan ayahnya itu tersimpan tujuan yang mulia untuk
membimbing dirinya menjadi anak yang berhasil suatu hari nanti bahkan tujuan itu
mampu melebihi
pengorbanan ayah
normal lainnya.
“Kecewa akan
suatu hal itu hal yang biasa
Namun
janganlah mengecewakan seseorang karena suatu hal yang biasa”
Generasi Muda untuk Selamatkan Rumah Manusia (Bumi)!
(Mengadaptasi video dokumenter dari : http://www.youtube.com/watch?v=l95YYumD59A)
Oleh : Ainul
Maghfirah
Bumi adalah planet paling ideal yang
Allah berikan sebagai tempat manusia menjalani kehidupan di dunia. Bumi terdiri
dari banyak komponen yang Allah jadikan sebagai hiasan dan fasilitas kehidupan
manusia. Komponen – komponen tersebut berupa pegunungan yang sejuk, tanah yang
di atasnya tumbuh tanaman padi yang hijau, Air yang mengalir membentuk suatu
jalan yang bernama sungai, buah – buahan dengan aneka rasa, bunga dengan aneka
warna dan aroma, tanaman – tanaman hijau, hayawan dengan banyak jenis, udara,
logam – logam yang berkilauan dan lain sebagainya.
Manusia dan semua komponen bumi
memiki hubungan yang reversibel. Hubungan ini harus berjalan dengan seimbang
agar kehidupan keduanya bisa lestari. Manusia bertindak sebagai subjek untuk
mengolah dan menjaga kehidupan komponen bumi yang lain, dan komponen bumi
bertindak sebagai objek fasilitas untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Perkembangan zaman menunjukkan hasil
olahan manusia yang semakin maju dalam bidang teknologi. Jarak bukan lagi
menjadi masalah waktu. Telepon telah menghemat banyak waktu yang di zaman
sebelumnya dapat dihabiskan oleh jarak untuk berkomunikasi. Kesibukan manusia
yang semakin hari semakin padat dan kompleks dapat dipermudah oleh kendaraan
bermotor yang lebih cepat dari unta dan komputer dengan program – program
canggihnya.
Kemajuan teknologi yang dicapai oleh
manusia perlu dijadikan suatu kebanggaan. Ini menunjukkan bahwa manusia memang
bisa menggunakan akalnya, memang makhluk tuhan yang paling istimewa. Ketidak –
adaannya akal pikiran pada hewan sertanya adanya dinding sel pada tanaman yang
membuatnya tidak bisa seelastis dan sedinamis manusia dan hewan membuat
keduanya (hewan dan tanaman) hanya bisa berada di posisi “objek”. Akal pikiran
dan nafsu/perasaan yang Allah berikan kepada manusia telah membimbing manusia untuk menjadi
khalifah di muka bumi, menjadi satu – satunya makhluk yang dapat mengolah
segala hal yang ada di bumi.
Namun, kemajuan – kemajuan ini bukan
tanpa resiko. Kendaraan bermotor yang tiap hari tak pernah absen di jalan raya
perkotaan maupun perdesaan telah menyumbangkan polusi yang cukup besar. Polusi
ini dapat berdampak buruk baik bagi kesehatan manusia maupun kesehatan bumi.
Bukan hanya penggunaan kendaraan bermotor, namun fasilitas lain yang dibuat
oleh manusia seperti kulkas dan AC telah menjadi tersangka utama dalam
pemanasan global.
Tanaman yang Allah ciptakan buat manusia,
dengan kepintaran manusia telah terbukti bahwa tanaman adalah suatu mukjizat
yang harus dilestarikan. Uniknya, saat manusia ditakdirkan untuk menghirup
oksigen dan mengeluarkan banyak karbondioksida baik dari dirinya maupun dari
teknologi ciptaannya, tanaman Allah set sebagai penghirup karbondioksia dan
penghasil oksigen. Tidakkah kita berpikir, bahwa mungkin saja ini sebagai suatu
sistem kesetimbangan yang terancang. Karbondioksida dalam jumlah berlebihan
dapat mengakibatkan meningkatnya efek rumah kaca yang juga menjadi penyebab
pemanasan global. Tanaman bukan hanya sekedar sebagai penghirup karbondioksida,
dia juga mempunyai fungsi lain yang tak kalah pentingnya seperti penampung air
hujan untuk cadangan air saat kemarau.
Fakta akan ilmu pengetahuan yang
telah menyebar luas ini sayangnya hanya seperti angin yang berlalu bagi
sebagian orang. Kenyataannya, penebangan pohon secara liar masih terjadi.
Penebangan ini menyebabkan berkurangnya jumlah tanaman. Tentunya, fenomena ini
dapat menyebabkan banyak kerugian terutama dalam segi lingkungan. Penggundulan
gunung dapat memicu terjadinya erosi, banjir, perubahan iklim mikro dan
kepunahan suatu spesies jenis fauna yang langka.
Seorang warga Padang Ulak Tanding,
Mukmin dalam eksposnews.com menginformasikan bahwa setiap minggu ratusan meter
kubik kualitas ekspor diperkirakan telah dikeluarkan dari kawasan hutan itu di
sumatera selatan, sedangkan para penebang kayu secara liar dalam kawasan hutan
itu sebagian besar adalah para pekerja harian yang diupah oleh pengusaha kayu
di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).
Masalah
perekonomian telah menggelapkan mata dan pikiran manusia, sehingga secara sadar
manusia telah merusak dan melenyapkan mukjizat dari Allah yang berupa tanaman.
Ini menjadi tugas kita semua untuk menghentikan pembantaian pohon. Oleh karena
itu, mari rapatkan barisan wahai generasi muda! Rapatkan barisan untuk menjadi
generasi penerus yang baik, hingga saatnya kita memegang dunia, kita bisa
mengolah bumi dan isinya dengan baik. Tujuan menjadi pemimpin di muka bumi-pun
dapat terlaksana dengan baik.
Soekarno,
Soeharto, Susilo Bambang Yudoyono, katanya huruf awal dari S adalah orang yang
bisa menjabat lama. Buktinya Presiden pertama Indonesia, Soekarno, telah
memimpin Indonesia sampai beberapa tahun. Setelah wafatnya, beliau mesih
menjabat dihati masyarakat. Bukan hanya lukisan saja, melainkan terdapat pula
patung dengan ukuran besar di halaman Pemakaman dan Musium Soekarno. Setiap
hari banyak yang bertakjiah. Para penyelawat akan menikmati menawannya musium
ini.
Sepanjang
sejarah, nama Soeharto adalah nama yang juga melegenda di Indonesia. Telah
menjadi orang pertama terlama di Indonesia. Ketika wafatnyapun mayoritas
masyarakat kecil rela turun ke jalan-jalan menuju ke pemakaman demi rasa hormat
pada mantan pimpinan mereka itu. Tidak ayal lagi, Soeharto tak pernah mati di
hati rakyat-rakyat kecilnya.
Daya ingat manusia sangatlah terbatas.
Ada kalanya lupa atau mungkin memang dilupakan. Banyak memori-memori penting
yang telah bernaung di otak kita, hingga lipatan neuron-neiron dalam otak
semakin banyak dan tak beraturan lagi bentuknya.
Peristiwa yang sering diingat oleh
kebanyakan manusia adalah peristiwa hidup. Entah itu bahagia ataupun sedih. Sedikit
dari kita yang menyimpan rapi peristiwa sejarah yang dialami orang lain. Kalaupun
tersimpan hanya sebatas tahu, namun berbeda jika peristiwa tersebut kita yang
mengalami, maka akan terukir kuat dalam otak kita.
Tahukah anda, bahwa sesungguhnya
mengingat peristiwa sendiri tanpa memberikan peristiwa lain lewat di otak kita,
sama saja memberi makan seorang bayi hanya dengan nasi tanpa ada suplemen lain.
Bayi itu memang tumbuh, tapi tidak akan sesehat bayi yang diberi suplemen lain
selain nasi.
Tahun
2013. Ya, disini manusia memahami betul apa itu tahun baru. Tahun baru
merupakan simbol bagi setiap orang untuk berubah. Baik itu pola berpikirnya
maupun pola kehidupan jasmaninya. Sebagian orang telah memikirkan apa yang akan
dilakukan sepanjang tahun 2013, yang dapat membuat kehidupannya berubah
dibandingkan tahun sebelumnya.
Dimulai
dari memikirkan mau mendapatkan gaji berapa, mendapatkan barang ini-itu, mau
melakukan begini-begitu, mau merajut kasih dalam pernikahan, mau mengikuti
lomba ini-itu, mau mengubah penampilan, motivasi baru dalam hidup, dan hal lain
yang direncanakan setiap orang di dunia. Namun tahun baru hanyalah sekedar
tahun baru, tanpa perubahan baru dalam merajut impian yang dimiliki.
FLP
Jember mengadakan rekrutmen anggota baru periode 2012-2013. Ini mengenai
permintaan masyarakat Jember khususnya pelajar yang menyukai dunia kepenulisan,
ingin bergabung di organisasi FLP. Para pelajar yang ingin menjadi anggota FLP
Jember, ini berawal pada 28 November lalu setelah menjadi peserta di acara
workshop kepenulisan “Jangan Mau Gak Nulis Seumur Hidup”.
Bicara
workshop tersebut, Bunda Sinta Yudisia menjadi pematerinya, dan ini salah satu
penyebab motivasi para pelajar- yang menjadi peserta work shop tadi- ingin
bergabung menjadi anggota FLP, ingin menjadi seperti bunda Sinta Yudisia. Bunda
Sinta Yudisia adalah seorang penulis puluhan novel, diantaranya adalah novel
best seller Road to The Empire dan
satu lagi novelnya yang terkenal Takhta
Awan. Penulis yang berkarakter seperti inilah yang menjadi salah satu
motivasi perserta untuk bergabung menjadi anggota FLP.
Pergantian
awal tahun 2013 atau tepatnya 1 Januari 2013 sudah barang tentu adalah momentum
mendebarkan bagi setiap orang yang memiliki suatu resolusi besar. Ya,
pergantian tahun akan menjadi sangat berarti bagi seseorang yang mendambakan
perubahan pada tahun 2013. Seperti halnya seorang ibu hamil yang ingin
melahirkan pada 2013, mahasiswa yang ingin wisuda, bujangan yang ingin menikah,
siswa yang lulus UAN ataupun pekerja yang ingin naik pangkat. Bahwasanya setiap
orang memiliki impian besar dan pengharapan besar di awal tahun 2013 ini.
Sehingga tak sedikit orang yang menggunakan momen awal tahun ini dengan
merayakannya dalam sebuah pesta kembang api, tiupan terompet, barbecue bareng,
renungan bersama, doa bersama maupun berkecimpung dalam pelatihan-pelatihan
motivasi diri.
Terlintas
di benakku, sebuah pertanyaan. Mengapa kursi bisa disebut kursi? Benda yang
biasanya terbuat dari kayu atau besi itu berfungsi sebagai tempat duduk. Di
ruang tamu, di ruang makan, di sini. Yang kini menyangga tubuhku di depan meja
bulat berbahan kayu jati. Namun maslaahnya, mengapa benda semacamitu disebut
dengan kursi? Kenapa tidak disebut saja kusir, kusri, kuris, atau bolehkah aku
menyebutnya dengan sebutan ‘kulsi’ saja. Sejujurnya, huruf R adalah derita
bagiku.
Baiklah,
berpikir sendirian memang begitu menyulitkan. Malam ini, aku akan mengundang
tamu istimewa yang datangnya dari suatu universitas di Swiss, Universitas
Geneva2. Aku akan menghubungi tamu istimewa itu untuk membantuku
mencari jawaban dari pertanyaanku ini. Tentang kursi yang kenapa tidak disebut
kulsi saja.
Malam tahun baru yang dingin. Semenjak sore hujan telah mencumbu dengan
derasnya. Hampir beberapa tahun sebelumnya pun demikian. Jalanan menggelepar
mati di setiap ruasnya, tidak ada kembang api menyala-nyala, cinta sepasang
muda-mudi karam di penghujung waktu, tak ada riuh. Hanya sesekali saja
terdengar terompet atau teriakan kecil dari dalam rumah.
Dibalik kesunyian itu, aku masih menerawang kosong pada sebuah motor
gerobak milikku yang semenjak petang tadi sudah siap untuk mengadu nasib. Melihat
kondisi diluar yang sepi dan petir bersahutan, ada nyali menciut dalam hati.
"sepertinya tahun baru ini bakal sepi daganganku." padahal pagi tadi
semangat begitu besar, harapan begitu tinggi, awal tahun ini bakal ramai
pengunjung. Asal kau tahu, tahun baru 2011 adalah sebulan persis usia
daganganku.
Waktu berlalu begitu cepat, tanpa tersa sampai juga di
penghujung tahun 2012. Terlepas dari isu-isu aneh tentang hari kiamat di 2012,
ada beberapa hal pada tahun 2012yang tetap patut untuk disyukuri.Dari sekian banyak cerita, ada tiga hal di
tahun 2012 yang betul-betul membekas dalam memori. Tiga kejadian yang banyak
menmgubah hal dalam kehidupanku.
Di tahun 2012 ini untuk pertama kalinya berat badan
aku bisa turun. Setelah beberapa tahun terakhir hanya bisa mengalami kenaikan
yang cukup membuat beberapa baju tidak muat lagi. Di awal 2012 lalu aku
memutuskan untuk berdiet sehat ala Denny Santoso. Sempat merasa frustasi juga
karena turunnya sangat perlahan. Sedangkan keinginan untuk menurunkan berat
badan sudah begitu menggebu. Dan baru enam bulan kemudian baru mendapatkan
hasil yang cukup signifikan. Bisa menurunkan 17 Kg dari berat badan awal adalah
sebuah pencapaian terbaik dalam diet ini.
Aku
tidak bisa menipu perasaanku sendiri. Bisa saja aku menipu orang tuaku, adik
dan kakaku, para tamu, bahkan menipu istri sekalipun. Tapi perasaanku tidak
bisa ditipu.
Berulang
kali aku mencoba, tapi gagal lagi. Tidak ada cinta sejernih cintaku pada
bidadari hayalanku. Bermata bulat. Beralis sabit. Berhidung mancung. Pintar
merawat diri. Lihai dalam hal memasak. Menjadi ibu yang paling dekat dengan
putra-putri kami nantinya. Yang paling penting, pandai tersenyum.
Sangat
berbeda dengan istriku yang baru kunikahi dua malam lalu. Wajahnya sulit
memancarkan senyuman. Sepertinya diam adalah senjata andalan. Dia akan lebih
sering di dalam kamar, dari pada ngobrol dengan keluargaku. Kebetulan karena
rumah kami masih menjadi satu.
Mario Teguh adalah seorang muslim yang menjadi
motivator dan konsultan bisnis dan kepribadian asal Indonesia. Agama Mario
Teguh adalah Islam. Bagi yang menganggap bahwa Mario Teguh kristen, Anda salah
besar! Ya, Mario teguh beragama Islam. Beliau menjadi motivator tanpa
menyinggung agama tertentu dan bisa merangkul semua kalangan. Mari kita simak
kisah hidup Pak Mario!
Tidak
bisa dipungkiri, makhluk yang namanya manusia pasti pernah mengeluh. Disadari atau tidak, mengeluh sepertinya
sudah menjadi bagian dari hidup. Hanya
saja, frekuensi dan kualitas keluhannya yang membedakan antara satu personal dengan
personal lainnya. Biasanya perbedaan ini
terkait dengan tingkat pemahaman dan cara pandang seseorang tentang suatu
masalah yang sedang ia hadapi. Sabar,
ikhlas dan seberapa besar keinginan untuk merubah sebuah keadaan menjadi lebih baik, biasanya akan
meminimalisir keluhan. Sebaliknya pesimis dan berburuksangka terhadap kejadian
yang sedang menimpa secara otomatis akan memunculkan keluhan-keluhan yang
alih-alih mendapatkan penyelesaian, malah akan menambah ruwet dan bisa jadi
menambah masalah baru.
Angin malam berhembus kencang menerjang lapisan kulit
setiap insan yang merasakan meski rembulan tampil dengan bulat sempurna
meski bintang-bintang terang benderang menghiasi malam, namun pemandangan
tersebut tak turut menghibur hati Tono yang sedang padam bagai tersiram air
yang deras.
Tono adalah seorang pria yang sudah berkepala empat
akan tetapi satu persatu dari empat anaknya pergi meninggalkan Tono dan
istrinya, mereka tidak tahan dengan kondisi ekonomi keluarganya.